Monthly Archives: December, 2012

my 2012

Tomorrow will be the first day of 2013…

There are no words to describe my 2012. A year full of huge and heavy obstacle, a year of drama, sweat, tears, laughter. A year like no other.

There are so many things happened this year..and it thought me many things. Yes, most of it I wished it didn’t happened but as I view it as a whole and in a positive way..I know there’s a reason behind all of it. In sya Allah I became stronger.

As the time went by and 2013 is approaching, I try to reflect and think positive on the things that had happened. What it meant, what’s the rainbow behind the rain, what I can learn from it. and I realize something…

I have been too caught up in this world…too busy chasing my dunia that I forgot and didn’t care at all about my akhirat. I have spend so much time preparing, deciding, trying to make perfect for my world and not realizing that it didn’t at all have anything to do with my akhirat. Yes, some of it is a preparation of the akhirat but the way I have done it? not even close to ‘mencapai keredhaan Allah’. I realize that I was lost. People always think that the person who is lost or is far from Allah is the ones that is too social, or violent, in other words physically a bad person. But a person who looks normal or maybe dress appropriately and have no bad rep, still can be far from Allah..chasing his/her dunia. A person like myself. A really normal typical girl, thinking of making something better for herself in this world and thinking that she has done nothing ‘bad’ but the fact is, she is too caught up and not really focusing on her afterlife; her akhirat. 😦

I use to think why would Allah give me obstacle that is so bad that I sometimes don’t think I can manage it, even if I said to myself Allah will never give ‘ujian luar dari kemampuan hambanya’. I know a fact that it’s true but sometimes I feel it’s too much. Then I started to think more and began to realize maybe what I was thinking is one of ‘hasutan syaitan’, which is to let us humans loose faith in Allah, especially in times like this. Who are we saying we can’t do this or that, and the ujian is too much when in fact Allah said that He will not give a/an test/obstacle that we can’t handle. Am I that arrogant saying this is too much and not caring what Allah had said, when we all know in the end Allah knows best?

I am still learning and in the process of trying to upgrade myself and be a better hamba. I get knocked down a thousand of times in this process, by myself, my tests and of course the hasutan syaitan. I know now the reason why a huge obstacle is given to me, not just once but repeatedly. Allah loves me and Allah misses me. I don’t care now if I don’t have this or that, or why this happened, the usual why why why??? Everyone has its own test and, its ups and downs..and mine is this. I am trying to be grateful of what had happened and I am, because Allah wants me to wake up! and I pray strongly that I’ll be awake everyday every time and not be drifted away by dunia anymore.

I have a huge responsibility coming my way…

Not only that I am trying to become a better hamba to Allah, also a better wife to my husband and now I am learning and preparing myself to be a better Mother to our baby. Yes, I am currently PREGNANT. 🙂 22 weeks pregnant to be exact, about 5 months plus. He/she is the reason why I must force myself to wake up. From the first time you know that you’re pregnant, is actually the start where you are a Mother because even if the baby is not born yet, you still have to nurture and care for your pregnancy. a Mother to our unborn child. 🙂

My hopes and dreams for 2013?

Just one. To be closer to Allah..every time, every day, constantly wanting to be closer.

I know if I try to be closer and let Allah be in my constant prayer, thoughts and in my heart, it will eventually lead me to be a better muslimah, a better wife to my husband, a better daughter to my parents/in laws, a better sister to my siblings/in laws, and most of all..a great Mother to our child. In sya Allah….

Let Allah always be in our thoughts day and night. My hopes is for 2013 be a better year for all of us, in terms of everything..family, career, and especially in upgrading our iman.

I don’t like you 2012, but I don’t hate you either. 🙂

Sifat-Sifat Isteri Solehah

Image
 
Mentaati Perintah Suami
 
Isteri yang mentaati suami dengan cara yang baik, menuruti perintah macam apa pun, kecuali jika suami memerintahkannya kepada kederhakaan. Jika apa yang diperintahkan suami tidak sesuai dengan keinginannya, maka dia menunggu kesempatan yang tepat dan memungkinkan untuk membuat suaminya berkenan, dengan yang adil, tidak dengan cara membantah, tidak membangkang, apalagi bertengkar sehingga terpaksa menerima pendapatnya. 
 
Sebab suamilah yang berhak menjadi pemimpin di dalam rumahtangga, sesuai dengan apa yang dianugerahkan Allah. Jadi keputusan perlu ada di tangan suami. Andaikata isteri menghadapi suami dengan lapang dada dan dia sudah mengetahui bahawa suamilah yang menjadi pemimpin di dalam rumah dan perintahnya perlu ditaati, maka tidak ada buruknya jika dia meminta kepada suaminya untuk bersikap adil dalam setiap keputusannya, yang tentu sahaja permintaannya ini mesti disertai dengan alasan yang boleh diterima. 
 
Sebab apa pun yang ada pada dirinya adalah milik suaminya dan dia perlu sependapat dengan suaminya. Dengan cara ini segala urusan akan dapat berjalan lancar, tanpa ada masalah yang menyekat kebahagiaannya.
 
 
Berasa Senang Apabila Suami Memandangnya
 
Isteri solehah adalah isteri yang membuat suaminya senang apabila dia memandang dirinya. Tidak ada yang dilihat si suami melainkan membuat dadanya lapang dan senang. Dia menguntumkan dengan seulas senyuman yang menawan dan pandangan yang memancarkan rasa cinta, kasih sayang dan kelembutan. Dia sedap dipandang, mengenakan pakaian yang rapi dan harum semerbak baunya. 
 
Setiap kali si suami memandangnya dalam keadaan seperti itu, tentu hatinya akan berbunga-bunga, sehingga dia merasakan seakan-akan ditangannya ada hadiah sangat berharga yang diberikan Allah kepadanya, sehingga dia akan sentiasa menjaga hadiah itu dan tidak mahu ia lepas dari tangannya. 
 
Dengan begitu suami tidak akan memandang kepada hal-hal yang diharamkan Allah, tidak berusaha lari rumah, untuk mencari kesenangan dan kebahagiaan di luar rumahnya. Sebab isterinya telah menyediakan iklim kehidupan yang nyaman untuk didiami, setelah si suami bersusah payah sepanjang hari mencari sesuap kehidupan. 
 
Dengan cara ini bererti isteri telah membuat Rabbnya redha, membahagiakan suami, mendapat limpahan rasa cinta dan perhatiannya. 
 
 
Penuh Kasih Sayang Dan Memerhatikan Suaminya
 
Isteri solehah adalah isteri yang mengasihi suami, membuatnya redha, melakukan segala sesuatu yang disukainya dan menghindari apa-apa yang dibencinya, sehingga suami melihat pada dirinya apa yang disukainya, merasakan apa yang menyenangkannya dan mendengar darinya apa-apa yang diredhainya. 
 
Jika suami tidak mendapatkan di dalam rumahnya seorang isteri yang lemah lembut, penuh kasih sayang, selalu berkeadaan bersih, mengukir senyuman, tidak mendengar perkataan yang baik, tidak mendapatkan cinta yang tulus, akhlak Islam yang mulia dan tangan yang menjulurkan cinta, lalu dimanakah dia harus mendapatkan semua itu?
 
 
Menolong Suami Dalam Urusan Agama Dan Dunia
 
Isteri solehah adalah isteri yang sentiasa mendorong suaminya kepada hal-hal yang baik dalam urusan agama dan dunia, menganjurkannya supaya berpegang kepada syariat Islam, sama ada yang fardhu mahupun yang sunat, mendorongnya untuk melakukan segala sesuatu yang dapat mendekatkan diri kepada Allah, seperti silaturrahim dan berbakti kepada kedua orang tua dan menjauhkannya dari hal-hal yang dibenci ALlah. 
 
Dia harus selalu ingat bahawa dia akan menjadi ibu bagi anak-anaknya, yang di kemudian hari mereka akan menjadi dewasa dan menikah serta berbakti kepadanya. Dia juga perlu mengingatkan suaminya tentang sebuah hadis sahih yang bermaksud:
 
“Berbaktilah kepada bapa-bapa kamu, nescaya anak-anak kamu akan berbakti kepada kamu.”
 
Dia juga perlu menjalin hubungan dengan keluarga suaminya, agar memperoleh keredhaan Allah dan keredhaan suami, iaitu ketika suami melihatnya menjalin hubungan dengan keluarganya. Maksudnya ialah agar dengan cara ini tidak wujud perselisihan antara dirinya dan keluarga suaminya seperti yang sering terjadi pada masa sekarang. 
 
Isteri solehah juga perlu menganjurkan suaminya untuk menjauhi mata pencarian yang haram. Para isteri orang-orang salaf yagn solehah biasa mengatakan kepada suaminya yang hendak pergi untuk bekerja, “bertakwalah kepada Allah dan janganlah engkau memberi makan kami dengan sesuatu yang haram. Sesungguhnya kami masih boleh sabar menghadapi rasa lapar dan kami tidak boleh bersabar menerima panasnya api neraka.”
 
Isteri solehah juga menganjurkan suaminya untuk bangun malam dan juga menyertainya dalam solat itu, agar rahmat Allah turun kepada mereka, sebagaimana yang disabdakan Rasulullah SAW yang bermaksud:
 
“Allah merahmati seorang lelaki yang bangun dari sebahagian malam lalu mendirikan solat, dan membangunkan isterinya. Jika isterinya enggan bangun, dia akan memercikkan air ke wajahnya. Dan ALlah merahmati seorang wanita yang bangun dari sebahagian malam lalu mendirikan solat dan membangunkan suaminya. Jika suaminya enggan bangun, maka dia akan memercikkan air ke wajahnya.” (Riwayat Ahmad dan Abu Darda)
 
Sokongan seorang isteri terhadap suami dalam urusan agama ialah dengan cara mengatur dan menjaga harta suaminya, tidak menuntut kecuali apa yang diperlukannya, tidak membelanjakan kecuali menurut apa yang diperintahkan suami. 
 
Seorang isteri bertanggungjawab terhadap pengeluaran harta suami bukan pada jalan kebaikan. Sebab dia bertugas mengatur semua urusan rumahtangga. Harta yang melimpah bukan bererti tidak perlu ada pengurusan. Sebab tanpa ada pengurusan, kehidupan rumahtangga menjadi kacau bilau dan runtuh. 
 
Isteri yang pemboros merupakan musuh bagi dirinya sendiri dan menjadi bencana bagi suaminya. Dengan tangannya dia akan menghabiskan harta suami. Berapa ramai isteri yang menghancurkan rumahtangganya kerana tidak pandai mengurus kewangan dan berapa ramai pula isteri yang mampu menegakkan kehidupan rumahtangganya kerana dia pandai mengatur kewangan. 
 
Selagi suami melihat isterinya bersikap ekonomis, pandai mengatur kewangan dan menjaga hartanya, nescaya kecintaannya akan semakin bertambah, begitu pula kepercayaannya. Sehingga suami akan menyerahkan semua harta ke tangannya dan memberinya kebebasan untuk mengaturnya. 
 
Si suami percaya bahawa dia tidak akan membawa hartanya kepada kehancuran. Malahan boleh jadi dia justeru mengembangkannya. Menerusi kepercayaan ini akan tercipta kehidupan rumahtangga yang bahagia, jauh dari berbagai masalah kewangan, seperti yang sering kali kita dengarkan, yang disebabkan oleh cara pengurusannya yang kurang baik dari pihak isteri.